Sekolah merupakan tempat berkumpulnya siswa dan warga sekolah dalam kegiatan proses belajar mengajar. Sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di lingkungan sekolah untuk mencari ilmu guna bekal di masa depan. Oleh karenanya lingkungan sekolah yang aman , nyaman daan sehat sangat diperlukan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Fasilitas Sanitasi sekolah yang meliputi Air bersih, Toilet (Kamar mandi, WC dan Urinoir), sarana Pembuangan Air Limbah, Sarana pembuangan Sampah dan Pengendalian Vektor di lingkungan sekolah perlu mendapatkan perhatian . Fasilitas Sanitasi atau kesehatan lingkungan yang tidak memadai merupakan faktor risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan termasuk kecelakaan dan berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, DBD, ISPA,dll. Hasil identifikasi faktor risiko kesehatan di 240 SD/MI di 15 Kab/Kota di Jawa Tengah pada 2011, menunjukan 70% fasilitas sanitasi sekolah kurang memadai terutama sekolah dasar di pedesaan. Kondisi KM/WC jauh dari kesan bersih masih banyak ditemukan, Kantin sekolah yang kurang memenuhi syarat demikian juga dengan pengelolaan sampah.
Disamping kondisi yang kurang terawat, proporsi ketersediaan dibanding jumlah siswa sebagian besar tidak memenuhi syarat ( 1 KM/WC = 40 siswi , 1 KM/WC : 25 siswa)
Kondisi sanitasi yang buruk di sekolah, merupakan faktor risiko yang mengancam kesehatan anak didik khususnya dan warga sekolah pada umumnya.
Selain fasilitas sanitasi yang buruk, kondisi bangunan di beberapa sekolah juga sangat memprihatinkan, tidak layak untuk proses belajar mengajar serta rawan terjadi kecelakaan.
Sanitasi merupakan urusan kita bersama. Peran Pemerintah hanyalah sebagai fasilitator. Untuk dapat menumbuhkan budaya peduli sanitasi dan hidup sehat harus digelakkan di berbagai sektor terutama bidang pendidikan, dan ini harus dimulai dari pendidikan yang paling dasar
Kepedulian sanitasi perlu melibatkan kerjasama yang baik antara pemerintah, dunia usaha, media massa dan masyarakat. Masyarakat lebih menyadari pentingnya pembangunan sanitasi yang lebih baik dan pentingnya menerapkan perilaku Hidup Bersih dan sehat.
Untuk itu seyogyanya acara reuni atau temu alumnus, diisi pula dengan aksi peduli sanitasi sekolah, tidak hanya sekedar kangen-kangen dan berbagi cerita kesuksesan para aalumnus
Dewi K
Fungsional Khusus epidemiologi
Tampilkan postingan dengan label aman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aman. Tampilkan semua postingan
Minggu, Juni 26, 2011
Sabtu, Juli 17, 2010
Toilet Sehat, Kok Tak Aman?

Toilet umum kini jadi perhatian. Ini gara-gara ada orang iseng merekam aktivitas artis Feby Febiola saat buang air kecil di toilet sebuah mal di Jakarta akhir Juni lalu. Ternyata banyak toilet umum yang belum aman dari aksi iseng tersebut kendati berada di pusat pertokoan mewah. Bagaimana dengan kondisi toilet umum tempat lainnya?
Mungkin kejadian sejenis telah berlangsung lama. Hanya saja para korbannya tidak berani melaporkan aksi iseng tersebut atau tidak tahu bahwa aktivitasnya sedang direkam olah orang lain. Kondisi beberapa toilet umum yang terbuka memungkinkan aksi iseng terjadi.
Tindakan Feby Febiola menggugah kesadaran baru terhadap toilet umum. Paling tidak dengan melaporkan Yoga, seorang mahasiswa ini ke polisi, jumlah orang iseng akan berkurang. Lebih dari itu, toilet umum akan menjadi perhatian.
Fakta menunjukkan rata-rata toilet umum tidak tertutup rapat, baik atas atau bawah. Adanya celah ini, apalagi jika toilet pria dan wanita tidak dipisahkan, akan mengundang keisengan. Soalnya ada kesempatan. Tanpa harus melongok langsung, orang iseng bisa merekam aktivitas orang di sebelahnya dengan kamera/telepon seluler melalui celah tersebut seperti yang dilakukan Yoga ini.
Inilah yang membuat banyak kalangan mengusulkan agar segera dicari disain toilet yang bisa melindungi penggunanya dan menjamin keamanannya. Tidak sekadar bersih dan sehat saja.
Belakangan polisi meminta kepada pengelola mal untuk menyediakan kamera pengintai (CCTV) di depan pintu-pintu toilet. Ini untuk menggantikan peran pihak keamanan yang tidak selamanya berada di sekitar toilet. Dengan kamera itu aparat keamanan gedung-gedung besar bisa memantau situasi sehingga bisa melakukan tindakan preventif bila ada orang iseng akan beraksi.
Di beberapa lokasi, toilet terpisah sama sekali antara pria dan wanita. Bahkan letaknya cukup jauh. Ini paling tidak bisa mencegah keisengan-keisengan tersebut.
Nah bagi toilet yang masih bercampur baur peruntukannya--untuk pria dan wanita--perlu mendesain ulang layout-nya agar lebih tertutup tapi tetap mempertahankan sisi higienitasnya. MJ.sanitasi.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)

